CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Tuesday, April 05, 2011

Tuntunan Membuat Makanan Bayi Sendiri

Pengantar dan Tips Makanan Bayi

PEMBERIAN MAKANAN PADAT

1. Jenis makanan yang pertama kali diperkenalkan sebaiknya rice cereal (bubur beras) karena makanan ini tidak mengakibatkan alergi.

2. Saat pemberian pertama kali, jangan beri bayi terlalu banyak, cukup 1-2 sdt porsi saja dan jangan terlalu kental (konsentrasi hampir sama dengan air susu). Untuk beberapa hari pertama, beri 1-2 kali per hari.
Jika bayi kita sudah terbiasa dengan tekstur makanan baru tsb, jumlah porsi boleh ditambah, begitu pula dengan frekuensi makan per harinya. Kekentalan pun bisa ditambahkan.

3. Setelah rice cereal, kita bisa memberi bayi kita jenis makanan lainnya, misalnya sayur dan buah-buahan.
Idealnya, beri jenis buah yang tidak terlalu manis. Mengapa? Karena kita tidak ingin membiasakan bayi kita dengan makanan manis-manis.
Kita ingin menghindari 'sweet tooth' culture (inginnya manis-manis dibandingkan makanan tawar).

4. Pengenalan makanan kepada bayi jangan sekaligus.
Jadi untuk satu jenis makanan beri waktu minimum 4 hari (4 Day Rule).
Misalnya hari Senin kita beri dia bubur kentang, hal ini dilanjutkan sampai dengan Kamis.
Kenapa hal ini harus dilakukan? Untuk mempermudah deteksi alergi satu bahan makanan.
Bayangkan kalau kita memberi bayi kita 2 jenis makanan baru sekaligus (kentang dan wortel misalnya) dan ternyata bayi kita mengalami reaksi alergi (gatal-gatal, batuk, beringus, sesak napas, dll), kita akan sulit mengetahui apakah bayi kita alergi terhadap kentang atau wortel?

5. Jangan pernah menyimpan sisa makanan dari piring bayi (misalnya sisa makan siang disimpan dan diberikan lagi malamnya). Selalu ambil porsi sedikit saja sesuai kebutuhan perut bayi kita.
Bekas air liur bayi yang menempel di sendok (lalu piring) dapat menjadi asal tumbuh kembangnya bakteri.

6. Jangan pernah memberi garam (maupun bumbu penyedap lainnya: merica, kaldu bubuk, gula, dll apalagi vitsin) pada makanan bayi kita.
Pemberian garam (yang mengandum sodium) terlalu dini kepada bayi bisa menyebabkan ginjal mereka rusak.
Selain itu, pada saat mereka dewasa, mereka lebih mudah terkena hypertensi (tekanan darah tinggi).

INGAT: Bayi tidak mengenal definisi hambar karena mereka baru belajar mengenai rasa.
Kalau kita membiasakan pemberian makanan non-hambar sejak dini, bayi pun akan gampang menolak makanan yang cenderung hambar saat dia dewasa.
Perhatikan saja kita sendiri, makan apapun selalu diberi ekstra garam, atau ekstra sambal, atau ekstra gula, atau bahkan ekstra vetsin!

7. Bayi bisa saja menolak makanan yang kita berikan. Ingat: Jangan paksa bayi!!!
Sebaiknya tunda dulu jenis makanan tsb sampai beberapa hari kemudian.

8. Pemberian jus buah sebaiknya jangan terlalu tinggi konsentrasinya (rasio air harus lebih banyak, misalnya 9:1).


JENIS MAKANAN YANG SEBAIKNYA DIPERHATIKAN

1. Susu sapi sebaiknya dihindari sampai bayi kita berumur 12 bulan (atau sesuai anjuran dokter)

2. Bayam, yang banyak mengandung oxalic acid, sebaiknya tidak diberikan sampai bayi agak besar (misalnya 9 bulan ke atas).
Oxalic acid merupakan zat asam yang dapat menghambat penyerapan kalsium dan zat besi.

3. Strawberry (dan berry-berry lainnya), buah jeruk, kacang-kacangan, madu, putih telor, sebaiknya ditunda pemberiannya sampai bayi berumur 12 bulan (atau sesuai anjuran dokter). Kuning telor sendiri dianjurkan untu diberikan setelah bayi menginjak usia 9 bulan kecuali kalau ada sejarah alergi di keluarga.

TIPS PENYIMPANAN

1. Untuk mengemat waktu dan tenaga dalam penyiapan makanan bayi, kita bisa memasak dalam jumlah agak banyak.
Cara penyimpanannya: setelah dimasak, dinginkan makanan lalu tuang ke dalam blok es (cetakan es batu) lalu bekukan.
Setelah beku, keluarkan dari cetakan, lalu masukkan 2-3 potong (sesuaikan untuk 1 porsi) ke dalam kantong plastik ukuran kecil.
Apabila akan disajikan, keluarkan sejumlah sesuai kebutuhan.

2. Apabila harus menghangatkan makanan menggunakan microwave, perhatikan bahwa panasnya merata sehingga tidak membakar mulut bayi.
Caranya, panaskan makanan lalu aduk-aduk rata, panaskan lagi sebentar.

3. Makanan yang dibekukan bisa tahan sampai 1 bulan lamanya.

4. Makanan beku yang sudah dicairkan (thawing)
TIDAK BOLEH dibekukan lagi.



Ingin membuat makanan bayi sendiri? Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:


Bahan Makanan

Jika Anda baru akan memulai memberikan makanan padat kepada bayi Anda, maka mulailah dengan yang sederhana. Selain makanan seperti sereal, makanan padat untuk si kecil bisa berupa pisang atau alpukat yang dihaluskan, pure apel, pir, labu, maupun kentang yang dimasak.

Begitu bayi Anda terlihat menyukai berbagai macam buah dan sayuran, berikutnya Anda bisa memperkenalkan daging sapi, kambing, atau ayam kepadanya. Pastikan Anda tidak membubuhkan garam ke dalam makanan si kecil dan tidak memproses daging dengan cara dipanggang/dibakar. Sebagai variasi, tentu saja Anda bisa mengkombinasikan daging dengan sayuran atau bahkan buah, seperti apel dan pir.

Setelah secara bertahap bayi Anda mulai terbiasa dengan berbagai jenis makanan dan tekstur yang berbeda dan giginya mulai muncul, Anda bisa mencoba memberikan ikan berdaging lembut dan buah-buahan yang agak masam seperti jeruk.

Tips Menyiapkan

Persiapan

Pertama-tama sebaiknya setiap buah Anda kupas kulitnya, sisihkan lemak serta gajih dari daging dan sisihkan juga kulit ayam.

Pengolahan

Untuk pengolahan, bahan makanan bisa Anda kukus, rebus, ataupun dimasak dengan menggunakan microwave.

Selanjutnya, untuk bayi berusia di bawah 8 bulan, Anda bisa membuat bahan-bahan tersebut menjadi pure. Prosesnya bisa menggunakan food processor ataupun blender biasa. Untuk membuat pure lebih halus, Anda boleh saja menambahkan air matang secukupnya.

Untuk bayi berusia lebih dari 8 bulan, daging cukup Anda cincang halus dan bahan makan lain bisa Anda lumatkan/haluskan menggunakan garpu. Jika Anda menggunakan ikan, hati-hati dengan tulangnya ya…

Tips Menyajikan dan Menyimpan

Penyimpanan

Makanan bayi yang sudah dalam bentuk pure, bisa bertahan dalam freezer hingga 30 hari, paling lama. Cara menyimpannya, Anda bisa menggunakan wadah es batu. Sendokkan pure ke dalam kotak-kotak wadah es batu, lalu tutup dengan menggunakan plastic wrap untuk makanan. Simpan dalam freezer.

Atau, Anda bisa juga menggunakan toples plastik/kaca sebagai wadahnya. Pure ini bisa bertahan hingga 2 hari dalam kulkas dan hingga 1 bulan dalam freezer. Jangan lupa untuk memberi label yang berisikan informasi bahan makanan dan tanggal kadaluarsa.

Penyajian

Untuk menyajikan makanan yang telah disimpan dalam kulkas/freezer, Anda tinggal memanaskannya di atas kompor. Jika Anda ingin menggunakan microwave, Anda tinggal menempatkan kubus-kubus pure ke dalam mangkuk kaca atau keramik, lalu memanaskannya. Pastikan Anda mengaduk pure tersebut hingga betul-betul merata, untuk menghindari berkumpulnya panas hanya pada satu titik makanan. Ini bisa membahayakan bayi Anda.

Sebelum disajikan, periksa dulu suhu makanan dengan menggunakan sendok bersih dan uji dengan menggunakan bibir Anda. Jika ada makanan yang tersisa, jangan dimasukkan lagi ke dalam freezer ya…

  • Berikut adalah beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam memberikan MPASI untuk bayi.

    1. Berikan jenis makanan sesuai umur dengan porsi yang sesuai juga dengan kebutuhan bayi. Babies are difference one to another, kita sebagai ibu yang paling tahu kebutuhan dan kemampuan bayi kita.
    2. Jangan memaksa bayi menghabiskan makanan jika memang ia sudah tidak ingin makan lagi, karena yang punya perut kan bayinya sendiri..jadi tentu saja ‘beliau’ yang paling tahu kapan lagi lapar atau sudah kenyang. Begitupun jangan memaksa bayi memakan makanan yang memang tak disukainya, melainkan diakal-akalin gimana caranya supaya jenis makanan yang bergizi tapi yang tak disukai itu bisa masuk juga ke perut baby.
    3. Terapkan aturan tunggu 3 atau 4 hari untuk melihat reaksi bayi terhadap jenis makanan baru.
    4. Kombinasikan warna dalam piring baby. Ini paling bisa diterapkan setelah baby mencoba beberapa jenis makanan dan tidak menemui masalah. Warna pada buah dan sayuran menunjukkan kandungan nutrisi di dalamnya lho. Contohnya nih,
      • Hijau terutama pada sayuran berarti mengandung antioksidan seperti vitamin A, C, dan E juga kaya akan zat besi. Terutama brokoli, juga mengandung glucosinolate yang merupakan zat anti kanker
      • Oranye dan kuning berarti mengandung sangat tinggi betakarotin juga vitamin C yang baik untuk pertumbuhan, kesehatan kulit, penyembuhan luka, dan membantu penyerapan zat besi
      • Biru dan ungu berarti kaya akan vitamin C, bioflavonoid (anti oksidan) dan ellgic acid yang bisa membantu sel tubuh melawan kanker
      • Merah berarti mengandung likopen dan caretenoids.
    5. Jangan lupa nih, cuci tangan yang bersih dengan sabun dan air mengalir sebelum mulai mengolah makanan bayi.
    6. Peralatan makan bayi agar disterilkan terlebih dahulu. Peralatan masak juga, kalo bisa disendiriin alias jangan digabung dengan punya kita
    7. Makanan bayi yang baru jadi dan masih panas jangan didinginkan dengan cara ditiup, karena bakteri-bakteri pada air liur orang dewasa dapat saja mencemari makanan bayi. Biarkan dingin secara alami saja.
    8. Bahan makanan harus dicuci bersih dengan air mengalir
    9. No Salt.. No Sugar… biarkan bayi merasakan rasa alami dari setiap bahan makanan yang kita berikan.

Selamat mencoba! Crazy Rabbit Emoticon

0 comments: